Bicara demi bicara
Semuanya berbau kekecewaan dan kemarahan
Kelukaan yang menyelar dagingku
Mencengkam ke tulang
Aku belum sembuh dari luka ini
Ia masih berdarah lagi
Kapan bisa berhenti
Darah yang mengalir ini
Setiap kali luka berdenyut
Setiap itu jantung bagai diragut
Perasan yang amat terluka ini
Kapan akan sembuh
Tidakkah kau mengerti
Perasaanku ini
Yang amat terluka olehmu
Kau yang melukainya
Lantas kau biarkan ia mengubat sendiri
Kesakitan yang tidak upaya aku tanggung
Sakit ini kapan akan hilang
Kapan???
Saturday, May 03, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment